Optimalisasi Ekonomi Desa Melalui Digitalisasi Transaksi UMKM Kelontong dan Peternakan Ikan Nila dengan Penerapan QRIS dan EDC di Molodono, Lumbungrejo, Tempel, Sleman
DOI:
https://doi.org/10.59696/civicaction.v1i3.208Keywords:
Digitalisasi transaksi, UMKM, Ekonomi Desa, KKN Tematik, MolodonoAbstract
Digitalisasi jangkauan transaksi pelaku UMKM merupakan langkah strategis untuk mengembangkan ekonomi desa. Dalam rangka mendukung program ini, KKN Tematik di Molodono, Lumbungrejo, Tempel, Sleman berfokus pada optimalisasi pengikatan ekonomi UMKM melalui penerapan teknologi digital. Program ini mencakup dua sektor utama: pembibitan dan pembesaran ikan nila, serta penerapan QRIS dan EDC sebagai metode pembayaran bagi pelaku UMKM kelontong dan peternakan ikan. Dengan mengimplementasikan teknologi digital dalam transaksi, pelaku UMKM dapat meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas bisnis mereka. Pembibitan dan pembesaran ikan nila merupakan sektor yang mendapat perhatian khusus, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Pendampingan dalam sektor ini membantu peternak ikan nila mengoptimalkan teknik pembibitan dan pembesaran, sehingga hasil panen meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Selain itu, penerapan QRIS dan EDC sebagai metode pembayaran modern memberikan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi. Teknologi ini memungkinkan pelaku UMKM menerima pembayaran secara non-tunai, yang meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar. Dengan QRIS dan EDC, transaksi menjadi lebih cepat dan aman, sehingga pelaku UMKM bisa lebih fokus pada pengembangan produk dan layanan. Hasil dari program ini diharapkan dapat menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi operasional dan transaksi UMKM di desa tersebut. Selain itu, akses ke pasar yang lebih luas melalui pembayaran digital meningkatkan omzet penjualan UMKM. Peningkatan ini tidak hanya mendukung perekonomian lokal tetapi juga menciptakan model yang dapat diadopsi oleh desa lain untuk mengembangkan ekonomi mereka melalui digitalisasi. Program ini menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, pelaku UMKM di desa-desa dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mengoptimalkan bisnis mereka. Implementasi teknologi seperti QRIS dan EDC tidak hanya memodernisasi cara bertransaksi tetapi juga membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi lokal. Secara keseluruhan, KKN Tematik di Molodono, Lumbungrejo, Tempel, Sleman membuktikan bahwa digitalisasi adalah kunci untuk memberdayakan UMKM dan mengembangkan ekonomi desa secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengikuti jejak serupa dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui transformasi digital.
References
“Digital marketing dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah,” Kinerja, vol. 19, no. 1, pp. 170–182, 2022, doi: 10.30872/jkin.v19i1.10207.
[2] Siti Nurwulan Syahita, “Revitalisasi Rintisan Desa Wisata: Menghidupkan Kembali Potensi Wisata Das Miring Sungai Krasak,” J. Pengabdian, Riset, Kreat. Inovasi, dan Teknol. Tepat Guna, vol. 1, no. 2, pp. 127–132, 2023, doi: 10.22146/parikesit.v1i2.9504.
[3] Lumbungrejosid.slemankab.go.id, “Data Kependudukan berdasar Populasi Per Wilayah,” 2024. https://lumbungrejosid.slemankab.go.id/first/wilayah(Accessed: Jun. 16, 2024)
[4] S. Ahmad, “Transaksi Digital Dengan Pemanfaatan Qris Sebagai Alat Pembayaran Pada Umkm Desa Kutawargi,” J. Pengabdi. Mhs., vol. 2, no. 1, pp. 2983–2990, 2023.
[5] A. Putri et al., “Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa Embung Raja Melalui Kegiatan Penebaran Benih Ikan,” Agustus, vol. 6, no. 3, pp. 2614–7947, 2023, [Online]. Available: http://dx.doi.org/10.29303/jppm.v5i3.5499
[6] L. Z. Firdausya and D. P. Ompusunggu, “Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (Umkm) Di Era Digital Abad 21,” Tali Jagad J., vol. 1, no. 1, pp. 16–20, 2023.
[7] A. Rijali, “Analisis Data Kualitatif Ahmad Rijali UIN Antasari Banjarmasin,” vol. 17, no. 33, pp. 81–95, 2018.
[8] E. Alicia and L. G. K. Dewi, “Implementasi Transaksi Payment Gateaway Berbasis QRIS Pada Aplikasi Mobile Banking BRI Terhadap Kelancaran Bertransaksi Bagi Para Pelaku UMKM Di Pantai Penimbangan,” J. Ilm. Akunt. dan Humanika, vol. 14, no. 1, pp. 66–77, 2024, doi: 10.23887/jiah.v14i1.76027.
[9] T. Budiardi, Z. Sari, Y. Hadiroseyani, and A. Vinasyiam, “Kinerja Produksi dan Kinerja Usaha pada Budidaya Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Desa Pulau Terap, Kabupaten Kampar, Riau,” Intek Akuakultur, vol. 6, no. 2, pp. 158–178, 2022, doi: 10.31629/intek.v6i2.4996.
[10] C. N. Eteke, D. Payer, and E. Unso, “Pengembangan Budidaya Ikan Nila ( Oreochromis niloticus ) di Talaga Paca Kabupaten Halmahera Utara,” vol. 14, no. 2, pp. 476–481, 2021.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jeffry Andhika Putra, Riski Kurniawan, Devi Widianingsih, Zuni Atmawati, Pratama Kesuma, Luki Safei, Yasin Faturohim, Rahmad Unggul Prasetyo, Wakhid Syarifuddin, Alma Delia Audreya Fiqih, Awang Aji Gumelar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.














