Manajemen Universal Child Immunizattion (UCI) Diwilayah Kerja Puskesmas Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalarasi
DOI:
https://doi.org/10.59696/ecohealth.v1i1.211Keywords:
Immunization, implementation, management, UCIAbstract
Latar Belakang: Imunisasi merupakan janji pemerintah untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama untuk menurunkan angka kematian bayi. Universal Child Immunization (UCI) adalah indikator keberhasilan imunisasi dasar dalam meningkatkan kekebalan bayi terhadap penyakit. Tujuan: Menganalisis proses manajemen dalam mencapai UCI. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses manajemen dalam mencapai UCI. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bah Kapul. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 8 informan, yang terdiri dari Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Kepala Puskesmas, peserta program imunisasi, dan bidan praktik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya manusia kurang memadai karena kualifikasinya tidak sesuai dengan standar, pelatihan hanya dilakukan oleh peserta, sarana dan prasarana seperti persiapan KMS dan fasilitas di luar gedung kurang memadai, kurangnya kendaraan dinas untuk petugas imunisasi, tidak adanya penyuluhan mengenai imunisasi di lapangan, masyarakat tidak tertarik dengan program ini, terdapat ketidaktahuan dan kurangnya keterlibatan lintas sektor, serta tidak ada pemantauan langsung dari Kepala Puskesmas untuk imunisasi di luar gedung. Kesimpulan Kepala Puskesmas sebaiknya memantau langsung pelayanan imunisasi di luar gedung dan tidak hanya memantau melalui laporan. Manajemen Puskesmas harus memberikan penyuluhan tentang pentingnya imunisasi kepada orang tua yang menjadi sasaran sebelum pelayanan posyandu dilakukan. Lintas sektor harus mendukung pelaksanaan imunisasi, berperan aktif, dan berkolaborasi dalam pelaksanaannya.
References
Astoni MA, Zulkarnaen M.1999,”Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Merokok serta Prevalensi Perokok pada Remeja di Kelurahan Marianan Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Musi Banyuasin. Jurnal Kedokteran Universitas Sriwijaya, Vol. 1 No. 2 : 95-101
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI
Bela Nusa and Widyastiti, “Perbedaan Neutrophil-Lymphocyte Ratio Pada Subjek Bukan Perokok, Perokok Ringan Dan Perokok Sedang- Berat,” h 8.
Bloch, M. J. 2016. Worldwide Prevalence of Hypertension Exceeds 1.3 Billion. Journal of The American Society of Hypertension,10(10):753- 754.
Dafriani P. Pendekatan Herbal Dalam Mengatasi Hipertensi. CVBerkah Prima: Padang. 2019:1-33.
Dasar, R. K. (2013). RISKESDAS 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Dinas kesehatan Kota. (2017). Profil Dinas kesehatan Kota Bandar Lampung. Lampung:Dinas kesehatan Kota Bandar Lampung.
Drope, Jeffrey et al. (2018) The Tobacco Atlas.
Erman, I. DL. H. Damanik. Sya’diyah. 2021. Hubungan Merokok Dengan Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Kampus Palembang
ESH and ESC. 2013. ESH/ESC Guidelines For the Management Of Arterial Hypertension. Journal Of hypertension 2013, vol 31, 1281-1357.
Manutung A. Terapi Perilaku Kognitif pada Pasien Hipertensi. Malang : Wineka Media; 2018
Maulida Wijaya Putri, “Hubungan Antara Kebiasaan Merokok Dengan Kapasitas Vital Paru,” Naskah Publikasi, 2015, h 2.
Rusmini, H. 2020. Hubungan Antara Pengetahuan Bahaya Merokok Dengan Keinginan Berhenti merokok Pada Siswa SMP DI KOTA BANDAR LAMPUNG. JURNAL KEBIDANAN Vol 6, No 4, Oktober 2020 : 442-445
Sapitri N, Suyanto, Butar-Butar WE. Analisis Faktor Risiko Kejadian Hipertensi pada Masyarakat di Pesisir Sungai Siak Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru. Jom Fk. 2016; 3(1):1- 15
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rinawati Tarigan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.









